cara mengelola keuangan usaha warung
cara mengelola keuangan usaha warung

7 Cara Mengelola Keuangan Usaha Warung Untuk Laba Besar

Bisa dikatakan kalau warung menjadi ide bisnis yang menjadi ladang pendapatan. Keuntungan besar bisa diperoleh jika mampu mengatur soal keuangan. Jangan anggap remeh! Berikut ini diberikan cara mengelola keuangan usaha warung dengan baik, sehingga perputaran dana dapat dikontrol dan memperlancar kegiatan usaha. Selain itu modal juga bisa dipergunakan secara maksimal. Tanpa berlama-lama, yuk simak!

1. Memisahkan Antara Keuangan Pribadi dan Warung

Hal pertama ini perlu menjadi perhatian yang utama. Pemilik warung harus memisahkan pengelolaan keuangan antara dana pribadi dan usaha. Jangan sampai menjadikannya satu. Karena aliran dana tidak akan terkontrol dengan baik. Para pelaku usaha bisa kebingungan dalam menentukan solusi ketika ada masalah dalam bisnisnya.

Salah satu cara yang tepat dalam mengatur keuangan adalah melakukan pembukuan. Tidak perlu yang rumit, cukup mencatat aliran dana secara sederhana. Asal uang yang masuk dan keluar terkait kebutuhan warung bisa diketahui. Saat melakukan pencatatan, pisahkan dengan uang pribadi. Para pemilik warung harus jeli dan mempertahankan pencatatan ini.

2. Mencatat Pengeluaran dan Pemasukan

Selanjutnya, hal penting yang perlu dicatat adalah terkait pemasukan dan pengeluaran. Uang yang masuk ketika ada pembelian harus dimasukkan dalam pembukuan. Begitu pun dana yang dikeluarkan saat membeli keperluan warung. Seperti pembelian kantong plastik dan bahan-bahan yang diperlukan. Lakukan pencatatan secara rutin dan sekecil apa pun.

3. Menghindari Menumpuk Barang di Dalam Warung

Meskipun sepele, tips ketiga ini tidak boleh dilewatkan. Menyediakan barang dalam warung memang diperlukan. Tapi jangan berlebihan. Jika terfokus pada satu barang dan membelinya dengan jumlah banyak, maka modal akan terhenti di situ saja. Stok dari barang-barang lain tidak akan tercukupi. Sediakan stok yang mencukupi tapi lengkap.

4. Menghindari Piutang

Cara mengelola keuangan usaha warung selanjutnya yang perlu diketahui yaitu tidak asal dalam memberikan piutang. Bahkan kalau perlu dihindari saja. Karena hal ini dapat menghambat perputaran dana yang ada. Apalagi jika si peminjam tidak kunjung membayar padahal sudah melewati tenggat waktu. Pemilik warung tidak akan memiliki modal untuk usahanya.

5. Mengutamakan Pembayaran Tunai

Selaras dengan cara sebelumnya, para pemilik warung harus menegaskan kepada konsumennya untuk membayar secara tunai. Hal ini pun terjadi ketika membelanjakan uang untuk membeli bahan-bahan keperluan warung. Agar dana bisa berputar dengan baik, pengelolaan keuangan juga harus baik. Jangan sekali-kali melakukan pembelian kredit jika tidak punya cadangan modal.

6. Menyisihkan Dana Darurat dan Sosial

Setiap orang tidak pernah tahu dengan keperluan mendadak dan bersifat urgent. Oleh karena itu, agar tidak mengganggu kegiatan usaha, sediakan dana darurat yang dapat diambil saat butuh sewaktu-waktu. Jika uang sudah disediakan secara khusus, tidak akan mencampuri dana yang dipakai kelangsungan warung. Begitu pun siapkan dana sosial untuk membantu sesama.

6. Melakukan Pengawasan Secara Teratur

Setelah bisa mengatur keuangan dengan baik, lakukan monitoring secara teratur. Kegiatan ini harus dilakukan agar bisa melakukan tindakan yang tepat. Jika ada kesalahan soal keuangan bisa diketahui penyebabnya dengan cepat. Selain itu pemilik warung dapat mencari solusi terkait masalah tersebut. Sehingga tidak akan menghambat kegiatan usaha.

Itulah uraian tentang cara mengelola keuangan usaha warung yang harus diketahui oleh para pelaku bisnis tersebut. Bahkan 7 cara yang sudah dipaparkan di atas juga perlu dilakukan baik di warung besar maupun kecil. Karena pengelolaan uang yang tepat bisa menghasilkan keuntungan yang berlipat-lipat. Tidak akan ada kerugian besar yang ditanggung nantinya.

Daftar Isi